Analisa Penggunaan Diksi Puisi Ibu Karya D Zawawi Imron





Malam ini suasana hati lagi nggak baik nih ^^ Tapi nggak tahu kenapa masih aja pingin kasih satu postingan.. Mudah-mudahan bisa bikin up dan bermanfaat buat kita semua, Anda dan saya yang membacanya.

Langsung saja mari kita bahas bersama beberapa soal berikut ini. . . .

 Persamaan bunyi atau rima
sumber : google


Persamaan bunyi atau rima

Pemilihan kata di dalam sebuah baris puisi maupun dari satu baris ke baris lain mempertimbangkan kata-kata yang mempunyai persamaan bunyi yang harmonis. Perhatikan contoh berikut.

DOA

Karya: Chairil Anwar

Tuhanku
Dalam termangu
Aku masih menyebut nama-Mu
Biar susah sungguh
Mengingat kau penuh seluruh
..............................................
Tuhanku
Aku hilang remuk bentuk
Remuk
..............................................

Dalam puisi di atas, Chairil Anwar dengan cermat memilih kata-kata yang secara bunyi menghasilkan persamaan bunyi. Persamaan bunyi itu membuat puisi tersebut semakin indah ketika dibacakan.

Berdasarkan jenis-jenis rima, pertama dapat dilihat secara vertikal (persamaan bunyi pada akhir baris dalam satu bait). Jenis-jenisnya sebagai berikut.

a. Rima sejajar berpola : a-a-a-a
b. Rima kembar berpola : a-a-b-b
c. Rima berpeluk berpola : a-b-b-a
d. Rima bersilang berpola : a-b-a-b

Kedua dapat dilihat secara horizontal (persamaan bunyi pada setiap kata dalam satu baris), yaitu sebagai berikut.
a. Aliterasi yaitu persamaan bunyi konsonan pada setiap kata dalam satu baris.
b. Asonansi yaitu persamaan vokal pada akhir kata dalam satu baris.

Setelah membaca uraian diatas, mari kita kerjakan tugas dibawah ini dengan petunjuk...

Ibu
Karya: D. Zamawi Imron
Kalau aku merantau
lalu datang musim kemarau
sumur-sumur kering,
daunan pun gugur bersama reranting
hanya mata air air matamu ibu,
yang tetap lancar mengalir
bila aku merantau
sedap kopyor susumu
dan ronta kenakalanku
di hati ada mayang siwalan
memutikkan sari-sari kerinduan
lantaran hutangku padamu
tak kuasa kubayar
ibu adalah gua pertapaanku
dan ibulah yang meletakkan aku di sini
saat bunga kembang menyemerbak bau sayang
ibu menunjuk ke langit, kemundian ke bumi
aku mengangguk meskipun kurang mengerti
bila kasihmu ibarat samudera
sempit lautan teduh
tempatku mandi, mencuci lumut pada diri
tempatku berlayar, menebar pukat dan melempar sauh
lokan-lokan, mutiara dan kembang laut semua bagiku
kalau aku ikut ujian lalu ditanya tentang pahlawan
namamu, ibu, yang kan kusebut paling dahulu
lantaran aku tahu
engkau ibu dan aku anakmu
bila aku berlayar lalu datang angin sakal
Tuhan yang ibu tunjukkan telah kukenal
ibulah itu bidadari yang berselendang bianglala
sesekali datang padaku
menyuruhku menulis langit biru
dengan sajakku.
(Sumber: Antologi Puisi Bantalku Ombak Selimutku Angin (1996).

Petunjuk:

1. Membaca kembali puisi “Ibu” Karya D. Zawawi Imron.
2. Menganalisis penggunaan diksi dalam puisi tersebut dengan menggunakan tabel berikut ini.

Berikut ini adalah contoh kunci jawabannya...

No
Aspek Diksi
Larik Puisi
Analisis
1.

Makna konotatif

Kalau aku merantau lalu
datang musim kemarau


Gua pertapaan

bila kasihmu ibarat
samudera sempit
lautan teduh

Musim kemarau artinya
sedang dalam kesulitan.

Rahim ibu

Kasih ibu tidak terbatas, dan
selalu meneduhkan hati
2.

Makna simbol

hanya mata air
air matamu ibu,


• Mata air : sumber
kehidupan
• Air mata ibu : doa-doa ibu
pada anaknya
3.
Rima

bila aku berlayar lalu
datang angin sakal
Tuhan yang ibu
tunjukkan telah kukenal

ibulah itu bidadari yang
berselendang bianglala

Pengulangan suku kata
akhir yang sama ‘sakal’
dengan ‘kukenal’



Pengulangan konsonan yang
sama pada larik yang sama



































Oke sekian dahulu postingan kali ini. Mohon maaf apabila ada salah kata, dan apabila ada yang kurang berkenan saya mohon maaf. Jangan lupa buat tinggalkan komentar disini. Terima kasih...